Proses pengindentifikasian suatu penyakit menular yang sifatnya strategis memerlukan pemeriksaan laboratorium diantaranya penyakit brucellosis. Oleh karena itu diperlukan adanya pengambilan sampel darah dari ternak di kabupaten cianjur. 315 ekor sampel darah diambil di wilayah utara sedangkan 30 ekor sampel di daerah kecamatan campaka wilayah tengah UPTD Puskeswan Sukanagara. Sapi-sapi yang diambil darahnya terutama sapi betina untuk melihat kemungkinan terjadinya wabah penyakit seperti brucellosis. Kemudian sampel darah akan diperiksa oleh pihak Balai Veteriner Subang. Sehingga diharapkan dengan kegiatan pengambilan sampel darah ini dapat menjadi faktor penentuan dalam penanggulangan dan pengendalian penyakit menular dengan penerapan program yang terintegrasi antara pencegahan, pengamanan dan pemberantasan penyakit hewan.