Akhir tahun 2015 lalu terdapat dua kelompok tani masing-masing di desa mekarjaya dan desa girimukti kecamatan campaka mendapatkan batuan berupa 56 ekor sapi Pernakan Ongole (PO) dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan transmigrasi sebagai bentuk Pilot Project Bio Energi di daerah tersebut. Tidak hanya sapi yang diberikan oleh Kementerian Desa melainkan bantuan berupa pembangunan kandang sapi, serta peralatan biogas sebanyak 7 unit. Kelompok tani penerima bantuan dari Kementerian Desa (kemendes) hanya wajib memiliki lahan sehingga setiap satu kandang dapat menampung 4 ekor sapi dan 1 unit biogas. Jadi total unit biogas yang dimiliki kecamatan campaka sebanyak 14 Unit. Adapun tujuan dari bantuan ini adalah untuk membantu program kerja dari pemerintah yakni Desa Mandiri Energi (DME).

Program Desa Mandiri Energi (DME) berbasis Biogas ini bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat dalam penyediaan energi alternatif di desa dengan memanfaatkan Limbah/ kotoran sapi. Diharapkan dengan bantuan program tersebut bisa dijadikan rangsangan lembaga masyarakat dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai dinamisator bagi warga desa dalam melaksanakan dan mengembangkan program, khususnya dalam meningkatkan perekonomian bagi masyarakat dan pemanfaatan biogas sebagai energi alternatif sehingga masyarakat desa mampu mewujudkan Desa Mandiri Energi yaitu desa yang mampu memenuhi dan mengembangkan kebutuhan energinya untuk memasak, penerangan dan mampu mengembangkan industri rumah tangga untuk kebutuhan sehari-hari serta mampu memelihara ekosistem lingkungannya.

UPTD Puskeswan Sukanagara dimana kecamatan campaka merupakan salah satu daerah naungannya sehingga menjadikan suatu kewajiban untuk membantu mewujudkan kecamatan campaka menjadi salah satu desa mandiri energi dengan melakukan banyak kegiatan diantaranya sosialisasi tentang kesehatan ternak, pakan ternak dan arahan tentang sanitasi kandang yang baik. Selain itu sapi-sapi yang datang pun dilakukan pemeriksaan kesehatan fisik juga pemberian vitamin. Sebanyak 53 ekor sapi berkelamin betina dan disiap untuk dikembangbiakan dengan pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB). Sampai saat ini hampir semua sapi betina bantuan dari Kemendes sudah dilakukan IB dan 1 ekor diantara sudah melahirkan pedet jantan PO. Semoga program tersebut dapat berjalan dengan baik, lancar dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat disana.

 

Oleh. Drh. Fida Prawita (THL Medik Veteriner,UPTD Puskeswan Sukanagara)