Fenomena flu burung di tahun 2005 sangat menggemparkan seluruh masyarakat di dunia, hingga kini masih ada beberapa wilayah suspect terserang flu burung. Ketidaktahuan dan kurangnya informasi membuat masyarakat menganggap enteng kasus ini. Pada dasarnya, Badan Kesehatan Dunia( WHO ) telah berulang kali mengingatkan kepada pemerintah setiap Negara yang kemungkinan besar bisa tertular virus flu burung agar meningkatkan kewaspadaannya terkait dengan semakin berkembangnya wabah tersebut di dunia. Sedangkan kepastian adanya flu burung di Indonesia sebenarnya berawal dari kematian ternak ayam yang mencapai jutaan ekor di beberapa wilayah terutama Jawa Barat.

Penyebab tingginya kasus flu burung di Indonesia

Tingginya kasus flu burung pada ternak ayam di Indonesia sebenarnya tidak lepas dari system pemeliharaan ternak yang diterapkan tidak memenuhi ketentuan system pemeliharaan yang direkomendasikan oleh instansi terkait. Kalau kita perhatikan, terutama peternakan rakyat, system sanitasi kandang, penggunaan desinfektan, pemberian vaksin secara tepat dan teratur, serta penerapan biosekuriti, hampir tidak ada. Para peternak tersebut umumnya melakukan kegiatan pemeliharaan ternak apa adanya. Padahal faktor-faktor tersebutlah salah satu penyebab mudahnya virus flu burung menyerang unggas.

Penularan virus flu burung

Flu burung (Avian Influenza) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang ditularkan oleh unggas. Awalnya, flu burung hanya ditemukan pada burung-burung liar kemudian virus ini juga ditemukan pada ayam , puyuh, itik, kalkun dan babi. Virus ini hidup di saluran pencernaan unggas. Penularan dengan kontak langsung terjadi dari kotoran secara oral atau melalui saluran pernafasan. Udara yang kotor bercampur dengan feses kering ayam yang terjangkit flu burung akan terhirup oleh ayam lain atau bahkan manusia yang hidup di lokasi peternakan.

Ayam dan unggas lainnya yang terkena flu burung ditandai dengan warna biru pada kulit, terutama di kaki, pial dan jengger. Gejala lain yang muncul di antaranya adanya pembengkakan di daerah kepala dan muka serta adanya cairan yang keluar dari hidung dan mata. Penularan virus dalam satu kandang terjadi karena virus dikeluarkan lewat kotoran dan lendir yang keluar dari mata dan hidung. Kandungan bahan organic dalam kotoran merupakan sumber nutrisi bagi virus sehingga virus ini dapat hidup lebih lama di luar jaringan. Penempelan kotoran pada peralatan ternak, seperti tempat pakan, minum dan rak telur serta dinding kandang juga dapat menyebarkan virus. Virus flu brung mudah menyebar dengan kondisi sanitasi, system pemberian pakan ternak yang buruk. Kondisi sanitasi yang kurang baik menyebabkan kebersihan kandang tidak steril. Jika kondisi suhu sekitar kandang dingin maka virus akan tetap hidup namun sebaliknya kematian virus dapat terjadi jika dipanaskan dengan suhu 60 derajat Celsius selama 30 menit. Semakin meningkat suhu akan semakin cepat mematikan virus.

Secara singkat, penyakit flu burung dapat ditularkan dari unggas ke unggas lain atau dari peternakan ke peternakan lainnya dengan cara sebagai berikut :

  • Kontak langsung dari unggas terinfeksi dengan hewan yang peka
  • Melalui lender yang berasal dari hidung dan mata
  • Melalui kotoran (feses) unggas yang terserang flu burung
  • Lewat manusia melalui sepatu dan pakaian yang terkontaminasi dengan virus
  • Melalui pakan , air dan peralatan kandang yng terkontaminasi
  • Melalui udara karena memiliki peran penting dalam penularan antarkandang
  • Melalui unggas air yang dapat berperan sebagai sumber (reservoir) virus dari dalam saluran intestinal dan dilepaskan lewat kotoran.

Penyakit flu burung biasanya muncul pada saat pergantian musim. Cuaca yang tidak stabil membuat hewan ternak menjadi mudah stress. Akibatnya, daya tahan tubuh akan melemah. Lemahnya daya tahan inilah yang kemudian memmudahkan ayam terkena penyakit infeksius. Penyakit ini memiliki sifat immunosupresi karena menyebabkan penurunan daya tahan tubuh yang sangat cepat. Banyak dampak yang ditimbulkan oleh penyakit ini salah satu nya adalah peternak menjadi lebih panic dan cepat-cepat menjual unggasya untuk menghindari kerugian yang besar. Namun tanpa disadari justru penjualan tersebut mengakibatkan penyebaran virus menjadi lebih cepat dan meluas.

Pencegahan serangan virus flu burung pada diri sendiri

Sebetulnya kasus penularan flu burang pada manusia tidak mudah dan tidak sering terjadi. Namun begitu, jika manusiatelah tertular, biasanya berakibat fatal. Penularan dapat terjadi terutama pada orang-orang yang kontak langsung dengan unggas – unggas terinfeksi. Pada dasarnya virus flu burung dapat menyerang tubuh manusia dalam kondisi yang tidak sehat. Untuk itu, menjaga kesehatan dengan cara mengkonsumsi makanan yang bergizi, olah raga secara teratur dan menerapkan pola hidup sehat maka akan bisa meningkatkan system kekebalan tubuh. Dengan demikian virus akan bisa ditanggulangi.

Antisipasi untuk mencegah merebaknya virus flu burung dilakukan sejak tahun 2008. Misalnya, pusat karantina Bandara Soekarno Hatta melarang import burung dan ayam darin hongkong selama 6 bulan. Hal ini dikarenakan terjadinya wabah flu burung yang melanda hongkong. Untuk mencegah meluasnya virus flu burung di Indonesia, dianjjurkan adanya stamping out atau pemusnahan unggas yang terindikasi positif AI oleh instansi berwenang seperti dinas peternakan. Pemusnahan pun dilakukan oleh instansi tersebut apabila menemukan unggas positif AI.

Konsumsi daging ayam

Nah untuk kalian yang suka sekali mengkonsumsi daging ayam, tidak perlu takut. Konsumsi daging ayam atau unggas lain yang terkena flu burung tidak perlu dikhawatirkan. Daging ayam termasuk salah satu kebutuhan gizi yang penting bagi manusia dan belum terbukti adanya penularan pada manusia lewat daging ayam. Namun demikian, perlu diperhatikan cara pengolahan dan pemasakannya. Daging yang dimasak harus benar-benar matang untuk menghindari adanya sisa kehidupan dari virus. Kematian virus dapat terjadi jika dipanaskan dengan suhu 60 derajat celcius selama 30 menit. Semakin meningkat suhu akan seakin cepat mematikan virus.

Telur ayam yang cangkangnya terdapat kotoran kering perlu diwaspadai. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kotoran yang menempel pada telur-telur yang berasal dari kotoran unggas yang terjangkit flu burung. Sebaiknya segera mencuci telur tersebut dan cuci tangan dengan alkohol setelah memegang telur tersebut.(dari berbagai sumber)

Tetap waspada. Dalam kondisi wabah seperti ini, kita tak boleh dan tak perlu panic yang terpenting adalh waspadai gejala dan lingkungan sekitar kita. Dan saling berbagi informasi tentang kejadian terupdate di sekitar.
Seperti kita tahu, vaksin flu burung belum ditemukan. Tapi bukan berarti tak ada yang bisa dilakukan, bukan? Kewaspadaan Anda sangat diperlukan. Bukan saja dengan menghindari kontak dengan unggas yang sakit dan memvaksin peliharaan di rumah, tetapi juga tidak boleh lepas dari menjalani gaya hidup sehat. Daya tahan tubuh yang tangguh adalah kunci ampuh melawan berbagai kuman penyakit.

 

Oleh. Drh. Fida Prawita (THL Medik Veteriner,UPTD Puskeswan Sukanagara)