Kita sering berpikir untuk kesehatan pedet yang masih menyusu dan mendapatkan perawatan induknya rasanya tidak mungkin akan terserang penyakit. Gambaran demikian jelas salah karena sejak anak sapi lahir, perawatan, pengawasan dan pencegahan adalah tanggungjawab pemelihara. Inilah penyakit umum yang sering terjadi pada anak sapi :

  1. Mencret (Calf Scours)

Penyakit mencret adalah jenis penyakit akut yang menular pada anak sapi. Karena mencret, sapi mengeluarkan kotoran yang cair secara terus menerus dan bila tidak ditangani dapat menyebabkan kematian karena kehabisan cairan.

Penyebab penyakit ini adalah bakteri E.Coli biasanya menyerang anak sapi sampai dengan umur 3 bulan. Penyakit ini datangnya mendadak, anak sapi menjadi lesu, tidak mau menyusi pada induknya, suhu tubuh meninggi dan mengeluarkan kotoran cair keputihan dan berbau busuk. Penyakit ini dapat dihindari dengan menjaga sanitasi kandang, sering mengganti alas kandang dan membersihkan puting susu induk dengan air hangat dan desinfektan.

  1. Radang pusar

Penyakit ini berkaitan dengan pemotongan pusar pada anak sapi setelah melahirkan, biasanya alat pemotong yang digunakan tidak steril atau tali pusar yang dipotong tercemar dan terinfeksi dari kandang yang kotor. Penyakit ini menyerang anak sapi umur 3-7 hari. Akan terlihat adanya pembengkakan pada sekitar tali pusar, terasa panas dan disekeliling pusar berwarna merah. Penyakit ini dapat dihindari apabila pada saat pemotongan tali pusar dilakukan dengan alat potong yang steril dan bekas luka diolesi iodium tincture sebagai pencegahan penyakit.

  1. Cacar mulut

Penyakit ini cukup berbahaya. Kalau anak sapi terkena penyakit ini sehingga tidak dapat menghisap air susu induknya lama kelamaan akan membawanya bpada kematian. Pada umumnya penyakit cacar menyerang pada tenggorokan sapi. Penyebab penyakit ini adalah bakteri Actynomyces necrophorus dan sering menyerang anak sapi sampai dengan usia 3 bulan. Biasanya disertai dengan demam tinggi, sulit bernafas dan sering menjulurkan lidahnya. Karena umumnya penyakit ini menyerang tenggorokan sehingga bagian mulut sering mengeluarkan cairan. Sebaiknya dianjurkan agar mulut anak sapi serting dikontrol secara berkala, karena luka kecil bila terkontaminasi bakteri bisa menjadi awal dari terjadinya penyakit ini.

  1. Penyakit Titani

Adalah gangguan pada metabolisme yang menyebabkan ketidakseimbangan fungsi saraf. Penyebab penyakit ini adalah defisiensi kalsium dan mangan. Biasanya menyerang anak sapi usia 3 minggu sampai 3 bulan. Gejala yang ditimbulkan pada anak sapi seperti timbul kejang-kjejang pada beberapa otot bahkan smapai pada seluruh tubuhnya. Penyakit ini dapat dicegah dengan mengontrol pemberian air susu pengganti dan makanan penguat dengan nutrisinya.

Sudah tahukan bahayanya penyakit diatas untuk para anak sapi kita,sekarang ayo mulai lebih memperhatikan kesehatan mereka untuk masa depan peternakan Indonesia…!

 

Oleh. Drh. Fida Prawita (THL Medik Veteriner,UPTD Puskeswan Sukanagara)